INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM

Daftar Isi [Tampilkan]

INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM - Hallo sahabat BlackandGold, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel TentangAgama, Artikel TentangPengembangan Diri, Artikel TentangPengetahuan Umum, yang kami tulis ini dapat anda dipahami. baiklah, selamat membaca.



#: INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM
#: INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM

Baca juga

INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM

Visiuniversal----Kemampuan membaca merupakan faktor penting dalam mengembangkan wawasan, pola pikir, dan pemahaman terhadap konteks kehidupan masyarakat. Sebuah buku yang bermanfaat dapat menjadi jendela pengetahuan yang luas. Membaca buku tak cuma perkara menambah wawasan. Lebih dari itu, membaca buku setiap hari memberikan manfaatnya untuk menjaga fungsi otak. Manfaat itu bahkan diklaim bisa bertahan seumur hidup.

Manfaat membaca buku selain dapat melatih otak untuk dapat berfikir lebih kritis maupun menganalisis adanya masalah yang tersaji dalam apa yang kita baca, juga dapat mengembangkan kemampuan akal budi hingga menjadikan manusia meiliki budi pekerti dan karakter yang baik.


Membaca Menurut Islam

Membaca memang sangat penting, hal ini juga menjadi salah satu pesan yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan kitab suci Al-Qurán yang agung pun disebut dengan nama kitab. yang didalamnya menekankan untuk dibaca dan yang pertama harus dibaca.

Perintah membaca ada dalam wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, walaupun ditujukan lewat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak pandai membaca, ini menunjukkan betapa pentingnya membaca.

Al-Qur’an, selain sebagai kitab suci umat Islam, juga merupakan salah satu sumber utama dalam setiap disiplin keilmuan, menjawab setiap problematika yang tengah dihadapi para pemikir-pemikir, baik dari pemikir Islam, maupun pemikir Barat, betapa tidak?

Hal itu karena perintah membaca terkandung dalam Al-Qur’an yang mengandung konsep tentang aspek-aspek kehidupan termasuk di dalamnya adalah ilmu, sehingga wahyu menjadi satu-satunya sumber dan asas bagi aktivitas membaca dan menulis itu sendiri.

Dalam kondisi seperti itu, tradisi intelektual dalam sejarah peradaban Islam dapat hidup dan berkembang secara dinamis. Hal itu menunjukkan bahwa jika saja kegiatan membaca sebagai implementasi dari perintah Iqra’ terlepas dari bimbingan Allah dan wahyu-Nya, maka tidak akan ada perkembangan intelektual dan ilmu secara signifikan, apalagi sebuah peradaban kokoh sebagaimana yang telah dicapai Islam.

Ada ungkapan yang tidak kalah menarik yaitu kemajuan ilmu pengetahuan berbanding lurus dengan perhatian dan pengamalan perintah membaca dan menulis. Itu artinya, semakin banyak kegemaran membaca umat Islam, kian tinggi peradaban Islam, begitu pula sebaliknya.

Di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, para sahabat bukan saja hanya mendengarkan wahyu atau pelajaran-pelajaran hidup yang disampaikan, bagi mereka yang tidak ikut dalam majelis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, akan membaca wahyu yang ditulis oleh shahabat yang lain, selain juga bertanya dan mendengar secara langsung dari shahabat yang ikut dalam majelis.

Kondisi itu membentuk komunitas ilmuwan. Wujudnya dalam sejarah perkembangan peradaban Islam adalah berdirinya kelompok belajar Ash-Shuffah di Madinah yang merupakan pusat pendidikan Islam pertama, sebagaimana diungkap pula oleh Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur, MA dalam bukunya berjudul ‘Ash-Shuffah; Pusat Pendidikan Islam Pertama yang Didirikan dan Diasuh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam’.

Di situ kandungan wahyu dan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara efektif dikaji. Inilah yang menjadi tonggak awal tradisi intelektual dan gambaran terbaik sebuah lembaga belajar mengajar dalam Islam. Ribuan hadis berhasil dipelajari dan dicatat oleh mereka yang belajar kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Maka tak heran, sepeninggal Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lahirlah para sahabat besar yang hafal ribuan hadis seperti Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, ‘Abdullah ibn Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud dan lainnya ridwanullah ta’ala anhum ajmain.


Manfaat Membaca

Membaca bukan saja hanya sekedar melihat tulisan namun tidak membekas di hati maupun pikiran kita. Lebih dari itu, membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang  disampaikan oleh penulis dalam media tulisan.

Oleh karenanya, membaca adalah salah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Sedikitnya ada beberapa manfaat yang dapat penulis uraikan, di antaranya;

Melatih Kemampuan Berpikir, otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul. Apakah alat yang efektif untuk mengasah otak? Jawabannya adalah membaca.

Dengan membaca, otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.

Meningkatkan Pemahaman, contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca.

Logika sederhana saja, sebagai pengalaman penulis pribadi, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.

Menambah Wawasan dan Ilmu Pengetahuan, manfaat yang satu ini tidak bisa disangsikan lagi. Dengan membaca, kita akan mengetahui dunia. Ada pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin mengenal dunia, maka mulailah membaca. Dan jika engkau ingin dikenal dunia, maka mulailah menulis.”

Dengan membaca pula, kita akan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa survival dan bertahan dalam menghadapi gejolak tantangan zaman yang semakin keras melanda kehidupan.

Demikian tentang pentingnya membaca buku menurut Islam, uraian diatas hanya sedikit saja dari pentingnya membaca, masih banyak faktor dan aspek-aspek lainya dari pentingnya dan manfaat besar dalam membaca buku. Semoga Artikel singkat ini bermanfaat untuk memotivasi kita untuk giat dan gemar membaca. Terimakasih. Wassalam.


Demikianlah Artikel INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM

Sekianlah artikel INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.Jika berkenan Mungkin Kalian Dapat Membagikan Postingan Kami 😊


Anda sekarang membaca artikel INILAH PENTINGNYA MEMBACA BUKU MENURUT ISLAM dengan alamat link https://www.bleedblackandgold.com/2017/10/inilah-pentingnya-membaca-buku-menurut.html
Lebih baru Lebih lama