KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS

Daftar Isi [Tampilkan]

KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS - Hallo sahabat BlackandGold, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel TentangBahan Belajar, Artikel TentangPendidikan Kewarganegaraan, Artikel TentangPendidikan Non Formal, yang kami tulis ini dapat anda dipahami. baiklah, selamat membaca.



#: KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS
#: KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS

Baca juga

KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS

PKn Kelas VII

Kegiatan Belajar 1

KETAQWAAN

A. Tujuan

Setelah mempelajari Kegiatan Belajar ini, Anda dapat :
1. Menjelaskan arti pentingya sikap taqwa dan percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Menjelaskan perlunya hormat menghormati dalam melaksanakan ibadah, dan 
3. Melaksanakan kerja sama antara umat beragama dan penganut kepercayaan.

B. Pokok Materi

1. Kepercayaan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Toleransi sesama umat beragama dan penganut kepercayaan
3. Kerjasama antar umat beragama dan penganut kepercayaan

C. Uraian materi

1. Percaya dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

     Pancasila merupakan Dasar Negara Republik Indonesia dan merupakan pandangan hidup bangsa, bertaqwa atau pasrah diri terhadap Tuhan yang Maha Esa merupakan ciri kepribadian bangsa Indonesia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila pertama dari Pancasila. Melalui sila Tuhan yang Maha Esa. Kepercayaan dan ketaqwaan itu sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing warga negara.
     Menusia memiliki akal sehat untuk meyakini sepenuhnya ke-Esaan Tuhan. karena alam semesta yang sempurna ini tidak akan dijalankan dengan sempurna apabila tidak diciptakan dan dipelihara oleh Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki sifat-sifat yang lain, yaitu : Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Besar dan Maha Penentu.
     Tuhan,  sebagai pencipta alam semesta, dapat dibuktikan kebenarannya melalui akal pikiran manusia dan berdasarkan hukum sebab akibat. Artinya, setiap akibat atau hasil tentu akan ada penyebabnya. Apabila ditelusuri lebih lanjut sebab-sebab dari semua kejadian, akan sampai pada kesimpulan. Kesimpulan itu adalah penyebab utama kehidupan alam semesta yang tidak disebabkan oleh yang lain. Sebab utama dari adanya kehidupan alam semesta ini adalah Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu manusia Indonesia khususnya, harus meyanini benar akan hal itu.
     Keyakinan dan kepercayaan itu harus ada dalam hati kita, diucapkan dengan kata dan diwujudkan dengan perbuatan. Tegasnya harus diwujudkan dengan melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangan-Nya.
     Melaksanakan perintah sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan wujud nyata taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Apabila ada manusia Indonesia yang t idak percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka dia bukan manusia yang berpancasila. Kita harus menyadari bahwa apabila dijumpai ada manusia yang melanggar aturan agama bukan agama yang tidak baik melainkan pribadi manusia itu sendiri. Karena semua agama atau kepercayaan mengajarkan kebaikan.
     Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang tertinggi martabarnya dari pada mahluk lain. Ini bukan berarti manusia dibebaskan untuk berbuat  semena-mena terhadap mahluk lain. Manusia dikaruniai akal, pikiran dan bahasa supaya manusia mampu mempelajari secara rasional dan objektif semua ciptaan-Nya seperti alam semesta beserta isinya. Manusia wajib memperlakukan segala ciptaan-Nya sebagaimana mestinya. Manusia Indonesia adalah manusia Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu wajib mempercayai dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  

2. Toleransi, kebebasan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

     Di Indonesia kebebasan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dijamin sepenuhnya oleh UUD 1945. Ada yang memeluk agama Islam, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka diberikan kebebasan memilih agama sesuai dengan keyakinannya. Mereka melaksanakan ajaran agamanya masing-masing dalam suasana tenang dan tentram. Oleh karena itu di dalam kehidupan masyarakat Indonesia hendaknya ditumbuhkan dan kembangkan sikap hormat-menghormati, sikap bekerjasama dan toleransi antar pemeluk agama dan antar pengikut kepercayaan yang berbeda.
     Toleransi antarumat beragama berarti menghormati orang lain untuk melaksanakan keyakinan dan kepercayaannya. Dengan terwujudnya sikap toleransi tersebut akan tercipta suasana tenang dan damai. Toleransi akan terwujud bila adanya sikap saling menghormati antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Sikap toleransi perlu dikembangkan agar terbina kerukunan dan kerjasama diantara umat beragama, tercipta hidup rukun, tidak bertengkar dan tidak bermusuhan serta hidup bersama dengan baik dan serasi. Hidup bersama dan serasi dapat terwujud apabila ada saling pengertian, saling menerima, saling menghargai dan saling menghormati. Suasana hidup rukun itu sangat dibutuhkan dalam rangka pembangunan nasional.
     Untuk terciptanya ketenangan dan kerukunan perlu dipupuk sikap saling harga menghargai dalam melaksanakan ibadah manurut agama masing-masing. Untuk dapat menghargai orang lain dalam beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kita harus menghormati keyakinan orang lain. Setidak-tidaknya harus menghormati keyakinan yang mendasar dalam pengakuan keberadaan Tuhan yang Maha Esa.
     Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari bermacam-macam agama perlu memiliki kesadaran yang tinggi untuk hidup bersama dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Dalam pergaulan masyarakat setiap orang harus menghormati hak orang lain dalam menjalankan agama atau kepercayaannya.

3. Kerjasama Umat beragama dan Penganut Kepercayaan

     Setiap ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pasti mendorong penganutnya untuk membangun dan mengolah alam sebagai anugrah Tuhan. tidak satupun agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang melarang penganutnya ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan. Setiap agama maupun penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan terpanggil untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan. Pembangunan bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Agama diturunkan Tuhan untuk membimbing hidup di dunia dan di akhirat. Dengan demikian menjalankan ajaran agama berarti pula menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan. Semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan kehilangan sinarnya apabila umatnya miskin, menderita dan lemah. Tidak ada satu agama atau kepercayaan yang melarang orang bekerjasama dengan orang lain yang berbada agama maupun kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam membangun masyarakat. Untuk itu umat beragama dan kepercayaan terhadap tuhan Yang Maha Esa di tanah air tercinta Indonesia bersatu bahu-membahu membangun masyarakat Indonesia melalui pembangunan nasional. Pembangunan tanpa agama akan salah arah, sebaliknya agama tanpa pembangunan tidak akan maju.
     Selain hormat-menghormati dan menghargai antara pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diperlukan tolong menolong. Bila terjadi suatu bencana alam disuatu daerah misalnya gempa bumi, banjir kebakaran dan lain-lain, sepatutnyalah warga negara Indonesia yang beragama Islam, Kristen protestan, kristen katolik, Hindu, Budha dan penganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa membantu korban bencana itu. Masyarakat Indonesia yang ber-Bhinneka agama dan kepercayaan itu hendaknya bersama-sama menanggulangi bencana alam itu. Misalnya; memperbaiki bangunan rumah penduduk maupun tempat ibadah yabng rusak dan memperbaiki gedung sekolah yang kurang layak pakai. Kalau ini dapat dilaksanakan,persatuan dan kesatuan bangsa akan bertambah kukuh dan pembangunan nasional akan sukses sesuai dengan harapan umat beragama dalah ini masyarakat Indonesia.


D. Kata-kata Penting

Taqwa       :  Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
Toleransi  :  Sikap sabar membiarkan, menghormati, menghargai.
Rasional    :  Berdasarkan akal sehat atau masuk akal.

E. Latihan

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang ada anggap paling benar !

1. Orang yang taqwa akan tercermin dari ....
a. Jenis agama yang dianut yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk
b. Jenis kepercayaan yang diyakini dalam menjauhi larangan
c. Kesetiaan menjalankan perintah yang diyakininya
d. Kesetiaan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan

2. Alam semesta beserta isinya adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa untuk?
a. kesempurnaan perlu disyukuri
b. Sumber hukum negara
c. Keyakinan pribadi seseorang
d. Alat berkembangnya agama

3. Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila menjadi ....
a. Dasar negara
b. Sumber hukum negara
c. keyakinan pribadi seseorang
d. Alat berkembangnya agama

4. Yang dimaksud dengan toleransi kehidupan beragama adalah ....
a. ikut membangun agama yang diyakini
b. Menghormati orang lain beribadat menurut keyakinan masing-masing
c. Turut serta merayakan hari besar
d. Memahami semua ajaran agama

5. Menurut UUD 1945 maka manusia Indonesia wajib...
a. Mememluk suatu agama
b. Berpindah agama
c. Menyebarkan suatu agama
d. Percaya dan taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa

6. Bertentangan atau mempermasalahkan dalam kehidupan beragama akan berakibat
a. Membentuk agama baru
b. Membentuk campuran agama
c. Merusak sendi kehidupan beragama dan kehidupan lainnya
d. Tidak akan merusak agama yang jumlahnya besar

7. Alam semesta beserta isinya yang ada pada saat ini perlu....
a. Dimanfaatkan untuk waktu sekarang dan yang akan datang
b. Dimanfaatkan untuk sepuas-puasnya
c. Untuk dihabiskan 
d. Dimanfaatkan untuk sekarang juga

8. Mensyukuri nikmat Tuhan merupakan
a. Keadaan yang seadanya
b. Umat beragama
c. Kerjasama umat beragama
d. Manusia yang taqwa

9. Pelaksanaan pembangunan nasional memerlukan ....
a. Adanya tenaga kerja
b. Undang-undang
c. Ketetapan MPR
d. Peraturan Menteri

10. Landasan Konstitusional untuk kebebasan beragama bagi masyarakat Indonesia adalah ....
a. UUD 1945
b. Undang-undang
c. Ketetapan MPR
d. Peraturan Menteri.


Kunci Jawaban 





Demikianlah Artikel KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS

Sekianlah artikel KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.Jika berkenan Mungkin Kalian Dapat Membagikan Postingan Kami 😊


Anda sekarang membaca artikel KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS dengan alamat link https://www.bleedblackandgold.com/2018/01/ketaqwaan-persamaan-derajat-cinta-tanah.html
Lebih baru Lebih lama