MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT

Daftar Isi [Tampilkan]

MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT - Hallo sahabat BlackandGold, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel TentangAgama, Artikel TentangBahan Belajar, Artikel TentangBahan Kesetaraan, Artikel TentangMateri Pelajaran, yang kami tulis ini dapat anda dipahami. baiklah, selamat membaca.



#: MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT
#: MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT

Baca juga

MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT

Visiuniversal-----Para siswa, Warga-belajar dalam pembahasan materi pelajaran Agam Islam kali ini, kita akan membahas Materi Pelajaran tentang iman kepada Allah SWT. 

Untuk pegangan tutor dan guru Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa atau warga belajar tentang iman kepada Allah SWT sebagai berikut :

A. Tujuan Instrusional Khusus

Setelah mempelajari kegiatan ini para siswa dan warga belajar dapat:
1. Menjelaskan pengertian iman kepada Allah SWT
2. Menyebutkan sifat-sifat yang wajib bagi Allah SWT yang terdiri dari 13 sifat
3. Menyebutkan beberapa Asmaul Husna
4. Menjelaskan fungsi iman kepada Allah SWT.

B. Materi Pokok

1. Pengertian Iman kepada Allah SWT
2. Sifat wajib bagi Allah SWT
3. Asmaul Husna
4. Fungsi Iman kepada Allah SWT.

C. Uraian Materi

1. Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Iman kepada Allah SWT ialah meyakini bahwa Allah SWT ada dengan sifat kesempurnaan-Nya. Dia Khali, Maha Pencipta alam semesta dan mengurus serta memelihara seluruh makhluk-Nya.

Jika Anda merenung sejenak dan memikirkan terjadinya alam jagat raya dan seluruh isinya, Anda dapat melihat dengan panca-indra bahwa langit, benda-benda diangkasa, bulan dan bintang-bintang yang tak terhingga hitungan jumlahnya serta keteraturan gerakan-gerakannya, sangat mengagumkan. Kesemuanya itu tidak terjadi dengan sendirinya, tentu ada yang menciptakannya, yaitu Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Pencipta.

Untuk mewujudkan iman yang benar ada tiga cara yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, yaitu:
a. Meyakini dalam hati
b. Mengikrarkan dengan lisan
c. Membuktikan dengan amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang hamba Allah yang beriman disebut Mukmin, artinya orang yang beriman. Sedangkan orang tidak beriman dan tidak percaya disebut kafir, artinya orang ingkar. Bagi orang-orang yang mengaku beriman, akan tetapi hatinya tidak percaya disebut munafik, artinya berbeda yang diucapkan dengan yang ada dalam hati.

Firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an Surat An Nisa ayat 136 sebagai berikut:

.................

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah ... (Q.S. An Nisa : 136).


2. Sifat Wajib Bagi Allah SWT

Sifat wajib bagi Allah adalah sifat-sifat yang pasti dan wajib ada pada Allah. Anda wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah mempunyai beberapa sifat wajib, antara lain sebagai berikut :

a. Allah bersifat Wujud (Ada)

Wujud artinya ada, kita wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah itu ada (Wujud). Adanya Allah SWT tidaklah dapat dilihat dengan mata, tetapi dengan menyaksikan dan merasakan ciptaan-Nya berupa adanya alam semesta ini membuktikan adanya Allah SWT. Di dalam Al Qur'an surat Ali Imran ayat 62 Allah SWT berfirman:

............................

Artinya:
....Dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah .....(Q.S. Ali Imran : 62).


Di dalam Surah Al Baqarah ayat 163 Allah SWT berfirman:

---Ayat---

Artinya
....Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S Al Baqarah. 163).


b. Allah bersifat Qidam (Terdahulu)

Qidam artinya terdahulu. Anda wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah itu terdahulu artinya Allah ada tanpa permulaan. Tidak ada makhluk sebelumnya yang tidak ada, kemudian ada, lalu tidak ada lagi. Sedangkan Allah tidak didahului oleh tidak ada kemudian ada tetapi Allah ada tanpa permulaan karena Allah Pencipta alam semesta. Tidak mungkin ciptaan lebih dahulu dari pencipta-Nya. Sifat ini disebut Qidam.

Firman Allah SWT di dalam Al Quran sural Al Hadid ayat 3:

---Ayat---

Artinya:
Dialah yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Q.S. Al Hadid 3).

c. Allah bersifat Baqa (Kekal)

Baqa artinya Kekal. Alah tidak mempunyai kelemahan, perubahan ataupun perkembangan. Tidak seperti makhluk atau alam ini yang mengalami perkembangan, perubahan dan pada suatu saat nanti akan hancur binasa. Akan tetapi Allah tetap kekal. Oleh karena itu kita wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah SWT kekal, tetap abadi, abadi selamanya.

Firman Allah SWT di dalam surah Ar Rahman ayat 26-27:

---Ayat---

Artinya:
Semua yang ada di bumi akan binasa, Dan tetap kekal dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (Q.S. Ar Rahman : 26-27).


d. Allah bersifat Mukhalaftulilhawadis (Berbeda dengan makhluk-Nya).

Allah berbeda dengan ciptaannya baik sifat maupun keadaannya dan Allah tidak sama denga semua yang dibuatnya (makhluk-Nya). Anda wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah SWT berbeda dengan makhluk-Nya. 
Firman Allah dalam Al Quran Surat Asy Syura ayat 11:



---Ayat---

Artinya:
... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat (Q.S. Asy Syura : 11).


e. Allah bersifat Qiyamuhu binafsih (Berdiri Sendiri)

Allah SWT berdiri sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain dalam menciptakan dan memelihara jagat raya ini. Anda wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah SWT berdiri sendiri dalam menciptakan dan memelihara jagat raya ini.
Firman Allah SWT di dalam Al Quran sura Ali Imran ayat2:



---Ayat---

Artinya:
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang Hidup Kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. (Q.S. Ali Imran : 2).

f. Allah bersifat Wahdaniyah (Maha Esa)

Allah bersifar Wahdaniayah artinya Allah Maha Esa. Keesaan Allah adalah mutlak artinya Esa dalam zat, sifat dan dalam perbuatan-Nya. Esa zat-Nya artinya bukan merupakan hasil penjumlahan atau perkalian dari bermacam-macam unsur. Esa sifat-Nya artinya bahwa semua sifat kesempurnaan Allah SWT makhluknya-Nya. Oleh karena itu Anda wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah Maha Esa dengan segala kesempurnaan-Nya dan tidak mempunyai kelemahan maupun kekurangan.
Firman Allah SWT di dalam Al Quran Al Ikhlas ayat 1-4:


---Ayat---

Artinya:
Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Esa". Allah adalah tuha yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (Q.S. Al Ikhlas 1-2).





Demikianlah Artikel MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT

Sekianlah artikel MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.Jika berkenan Mungkin Kalian Dapat Membagikan Postingan Kami 😊


Anda sekarang membaca artikel MATERI BELAJAR AGAMA ISLAM : IMAN KEPADA ALLAH SWT dengan alamat link https://www.bleedblackandgold.com/2020/06/materi-belajar-agama-islam-iman-kepada.html
Lebih baru Lebih lama